Deli Serdang – Yayasan Peduli Kemanusiaan Arrisalah sukses menyelenggarakan Dauroh Mahariyah Tahun 1447 pada Sabtu, 3 Januari 2026. Kegiatan ini menghadirkan Ustadz Wahyu Adytia Wardana, S.Pd., selaku Ketua Kantor Taklim yayasan, yang membedah strategi penguatan dakwah melalui institusi Rumah Qur’an sebagai pilar pendidikan di tengah masyarakat.

Dalam paparannya, Ustadz Wahyu menekankan bahwa Rumah Qur’an merupakan wadah pendidikan non-formal yang sangat efektif untuk membangun kedekatan dengan umat. Dibandingkan langsung mendirikan pondok pesantren yang memerlukan sumber daya besar, Rumah Qur’an menjadi solusi strategis bagi para dai di lapangan untuk memulai dakwah yang terstruktur dan berkelanjutan. Fokus utama diarahkan pada pembinaan kalangan ibu-ibu dan anak-anak, mengingat peran penting mereka sebagai fondasi nilai-nilai keislaman dalam lingkup keluarga.

Lebih lanjut, pelatihan ini juga mengupas pentingnya profesionalitas dalam pengelolaan lembaga. Ustadz Wahyu menjelaskan bahwa keberhasilan sebuah Rumah Qur’an bergantung pada manajemen yang kuat, mulai dari penyusunan visi-misi yang jelas, struktur organisasi yang fungsional, hingga penerapan kurikulum yang terukur seperti metode Tahsin dan Tahfidz. Dengan adanya sistem administrasi dan evaluasi yang tertata rapi, diharapkan dakwah melalui Rumah Qur’an tidak hanya menjadi tempat belajar mengaji, tetapi berkembang menjadi pusat peradaban ilmu syar’i yang unggul dan berkualitas di masa depan.


